Top Ad unit 728 × 90

Kapolres Batang

Operasi Cipta Kondisi Polres Batang Sisir Cafe Karaoke

 
Tribratanews Polres Batang - Perang terhadap peredaran minuman keras dan prostitusi rupanya tidak main-main dilakukan jajaran Polres Batang, setelah sebelumnya berhasil mengamankan puluhan botol miras dan 20 orang Wanita Tuna Susila (WTS), Selasa dinihari kemarin kembali berhasil mengamankan 15 orang yang diduga sebagai Pemandu Lagu (PL).

Kapolres Batang AKBP Joko Setiono SIK SH MHum melalui Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno SH, mengungkapkan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan, pihaknya terus melakukan razia terhadap penyakit masyarakat, diantaranya adalah peredaran miras dan prostitusi. Hal itu dikarenakan banyak laporan masyarakat yang resah dengan peredaran miras dan prostitusi.

"Operasi cipta kondisi terus kami lakukan, apalagi saat ini menjelang bulan suci Ramadhan. Hal tersebut untuk menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polres Batang," tegas Juharno didampingi Kasat Sabhara AKP Sukono.

Dikatakannya, sebelumnya juga sudah berhasil mengamankan puluhan botol miras dan 20 WTS dari kafe dan warung remang-remang yang ada di jalur pantura Batang. Kemudian petugas pada Senin malam hingga Selasa dinihari kemarin kembali melakukan razia di wilayah Kecamatan Wonotunggal dan Batang, dan hasilnya 15 orang yang diduga sebagai PL berhasil diamankan.

Mereka diamankan dari 5 tempat kafe karaoke, yakni Kafe Ramashinta, Texas, Amazon, Krisna, Sri Rama dan Caesar. Sehingga total sampai saat ini sudah 35 WTS yang berhasil diamankan petugas. Sasaran razia tersebut menitikberatkan pada peredaran minuman keras yang selama ini meresahkan, karena miras sendiri merupakan salah satu penyakit masyarakat yang ternyata masih marak peredarannya.

Juharno menegaskan selama ini usaha kafe karaoke yang ada di wilayah tidak legal, meskipun sudah memiliki ijin. Karena pasti menyediakan minuman keras yang kadar alkoholnya tinggi, semua lagu yang disediakan juga merupakan hasil bajakan, karena tidak mungkin pemilik kafe membayar royalti kepada pemilik maupun pencipta lagu.

"Bisa saja kami menyita CPU milik semua kafe, karena lagu yang ada semuanya bajakan. Jika hal ini mau dibuktikan silakan, tidak ada pemilik kafe yang membayar royalti kepada pencipta dan pemilik lagu," katanya.

Selain itu, banyak pelanggaran yang sudah dilakukan, salah satunya adalah mempekerjakan wanita hingga tengah malam bahkan pagi hari. Padahal dalam UU tenaga kerja sudah ada aturan yang jelas, yakni jika di atas jam 11 malam, maka pekerja wanita harus diantar pulang, namun hal ini tidak terjadi pada para PL.

Kafe karaoke juga tidak lepas dari tindak kejahatan prostitusi terselubung, karena bisa saja para PL ini tidak hanya menemani menyanyi, namun juga bisa lebih dari itu. Sehingga hal tersebut sudah jelas-jelas melanggar aturan.

Tidak semua yang datang ke kafe adalah orang baik-baik, bisa saja para pelaku kejahatan yang setelah berhasil melakukan aksinya ingin menghabiskan uang hasil kejahatan di tempat tersebut. Dan tidak semua PL bebas dari narkoba, karena sebelumnya juga pernah ditemukan ada PL yang terbukti mengkonsumsi narkoba.

"Pemilik kafe tidak usah sok jago, kita sudah berusaha membuat paguyuban agar ada kerjasama antara pihak kepolisian dengan para pengusaha kafe. Namun ternyata masih ada saja yang membandel," ujar Juharno.

Juharno mengatakan bahwa maksud dari kerjasama tersebut adalah jika pemilik kafe mengetahui ada tamu yang mencurigakan bisa segera melaporkan ke petugas kepolisian, karena tidak menutup kemungkinan jika tamu tersebut adalah pelaku kejahatan. Dan selama ini hal itu sudah berjalan, bahkan beberapa diantaranya berhasil menangkap pengedar maupun pemakai narkoba.

Ditegaskan, untuk para WTS yang berhasil diamankan ini selanjutnya akan diberikan pembinaan dan pemilik atau pengelola kafe diminta untuk menjemputnya. Apabila tidak dijemput, maka para WTS tersebut akan dikirim ke panti rehabilitasi di Solo.

"Untuk saat ini kami berikan pembinaan, namun jika kembali tertangkap, maka akan kami kirim ke panti untuk direhabilitasi agar memiliki keterampilan," tandas AKP Juharno.
 

Operasi Cipta Kondisi Polres Batang Sisir Cafe Karaoke Reviewed by POLRES BATANG on 5/11/2016 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by TRIBRATANEWS POLRES BATANG © 2016 - 2017
Humas Polres Batang by Polres Batang, Designed by NextGeneration

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.